Jumat, 13 Desember 2013

(Untold Story Gus Dur jadi Presiden III) Di Balik Mundurnya Yusril Sebagai Capres 1999

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Yusril Ihza Mahendra pada pemilihan Presiden di sidang MPR 20 Oktober 1999 secara dramatis mengundurkan diri sebagai capres. Tersisa dua kandidat, Megawati Soekarno Putri dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Banyak analisa, mundurnya Yusril adalah skenario Poros Tengah yang digagas Amien Rais untuk menghadang Megawati.
Ternyata, ada kisah berbeda, seperti diceritakan Yusril dalam diskusi Inilah Demokrasi dengan tema, 'PBB Dan Masa Depan Politik Neo-Masyumi' di Kantor INILAH.COM, Jl Rimba Buntu, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2013).

Yusril membongkar kisah di balik pengunduran dirinya. Berbeda dari pemahaman kebanyakan orang.

Yusril menegaskan, Partai Bulan Bintang (PBB) yang saat 1999 dia adalah Ketua Umum DPP, tidak tergabung dalam Poros Tengah. Yusril dan PBB tidak sepakat hingga akhir Poros Tengah itu. Bahkan, sampai wacana itu muncul lagi, Yusril dan PBB yang dipimpin MS Ka'ban, tidak tertarik dengan isu Poros Tengah jilid II.

Pada 7 Oktober 1999, Amien Rais sudah mengumumkan Poros Tengah mendukung Gus Dur. Hingga pada pidato pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie 19 Oktober 1999, MPR menolaknya.

Pada 20 Oktober 1999, dilakukan pemilihan Presiden melalui sidang MPR. Saat itu belum pemilu langsung.

Beberapa kejadian pada dini hari 20 Oktober 1999, diceritakan oleh Yusril. Berkumpul di kediaman BJ Habibie sekitar pukul 00.30 Wib. Habibie berdebat hebat dengan Marwah Daud. Marwah tetap meminta Habibie jadi Presiden. Habibie dengan tegas tidak mau apalagi pertanggungjawabannya ditolak.

Tokoh lainnya seperti Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung tidak bersedia. Ginanjar Kartasasmita juga sama. Hamzah Haz mengaku tidak enak dengan Gus Dur. Praktis, hanya Yusril yang bersedia dan sudah melengkapi persyaratan capres seperti tertara dalam TAP MPR.

"Ketika pak Habibie ditolak pertanggungjawabannya, saya sudah siap berkas-berkasnya pencalonan Presiden. Saya lengkapi komplit semuanya. Peta politik tiba-tiba berubah drastis malam itu," kenang Yusril.

Dalam pertemuan itu, Amien Rais dipanggil. Amien baru datang jam 04.00 Wib, masih pada 20 Oktober 1999 subuh. Amien tidak bersedia menjadi Presiden karena sudah mengusung Gus Dur. Tapi dia meminta waktu bertemu Gus Dur.

Pagi harinya sekitar pukul 06.00 Wib, dari kediaman Habibie, Yusril memilih untuk ke MPR, menyerahkan berkas pencalonan. Habibie juga sudah yakin Yusril yang maju.

Dengan memeluk Yusril, Habibie menyatakan siap mendukung Yusril dan mengarahkan kekuatannya di Golkar dan Fraksi TNI serta utusan daerah, mendukung Yusril.

"Waktu itu dia (BJ Habibie) bilang kalau kau maju saya akan perintahkan TNI, perintahkan Golkar, alihkan dukungan pada saya. Tapi saudara akan mengalami problema. Saudara harus terima Wiranto sebagai wakil anda (Wapres). Itu omongannya Habibie,".

Yusril meluncur ke gedung MPR/DPR/DPD di senayan. Pukul 06.30 Wib, Yusril telah menyerahkan berkas. Dia yang pertama. Batas akhir sesuai TAP MPR adalah pukul 07.00 Wib atau masih ada 30 menit lagi.

Hingga waktu yang ditentukan, tidak ada yang masuk. Berkas Gus Dur dan Megawati tidak masuk. Yusril dan timnya yakin hanya ada capres tunggal dan otomatis secara aklamasi akan ditetapkan.

Namun, beberapa saat sebelum sidang paripurna MPR tersebut, Yusril terus di desak mundur. Yusril sudah curiga saat itu, di pagi 20 Oktober 1999 sebelum sidang pemilihan Presiden.

Yusril didesak untuk mundur. Bahkan, sampai terpojok ke dinding. Bahkan, termasuk oleh sejumlah politisi PBB sendiri.

"Waktu itu ada Fuad Bawazir (PAN, sekarang di Hanura), AM Fatwa (PAN sekarang anggota DPD). Termasuk dalam partai saya sendiri Hartono Marjono yang ngotot kalau you tidak mundur saya akan umumkan PBB pecah. Saya Sumargono dan lain-lain yang akan tarik (dukungan ke PBB),".

Hanya beberapa menit waktu untuk berpikir. Sebab, sidang paripurna akan segera dibuka. Dia dihadapkan pada keputusan sulit apakah memilih tetap maju dan yakin menang atau PBB terpecah.

Yusril kembali memikirkan pernyataan Habibie. Dia kalkulasi dukungan itu, dia yakin menang untuk maju ke putaran kedua.

"Saya hitung memang lumayan besar. Saya dapat 232, Gus Dur 185, Mega 306. Jadi kalau babak pertama, Gus Dur pasti out. Kalau saya berdua dengan Mega (maju putaran kedua, red), terserah bagaimana,".

Hingga akhirnya, dia menafikkan hitung-hitungan itu. Walau dirinya mengaku heran karena harusnya calon tunggal sebab tidak ada berkas Megawati dan Gus Dur dalam pencalonan. Namun, Amien Rais menyebut dalam sidang MPR itu, ada tiga calon.

"Saya sudah buka di MPR. Pagi itu kan jam 9 ada 3 (capres). Saya buka file. Gus Dur sama Mega enggak ada syarat-syarat menjadi Presiden. Itu TAP MPR. Saya komplit semua dan dua (Gus Dur dan Megawati) itu tidak. Sebenarnya kalau jujur, saat itu calonnya cuma satu. Dan menurut TAP MPR waktu itu harus disahkan dan dianggap aklamasi. Nanti dibukalah file-file. Dan nanti ditanya pada Amien Rais mengapa anda bisa berdusta,".

Hingga, sebelum Amien Rais membuka sidang, Ketua Umum DPP PAN itu mempersilahkan Yusril berbicara. Saat itu juga, Yusril mengumumkan pengunduran dirinya dan menyerahkan suaranya untuk Gus Dur. [gus]

Rabu, 04 Desember 2013

PASAR TRADISIONAL JANTUNG PEREKONOMIAN RAKYAT

Pasar tradisional adalah jantung perekonomian rakyat. Untuk itu Pemerintah wajib melindungi keberadaan pasar tradisional dari ancaman ekonomi kapitalis. Sehingga keberadaannya benar-benar sebagaimana mestinya.

Sangat jelas dirasakan perhatian pemerintah terhadap pasar tradisional hampir tidak ada. Pasar tradisional terkesan dibiarkan kumuh, becek, sempit, dan dengan segala macam kekurangannya, membuat aktivitasnya tdk nyaman. Sementara disisi lain usaha waralaba dibiarkan tumbuh tanpa kendali.

Sang Raja Tanpa Mahkota : Hidup Dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto


hos-cokroaminoto_11Sang raja tanpa mahkota begitulah kaum Kompeni Belanda menyebutnya, lihai cerdas, dan bersemangat. Di takuti dan juga disegani lawan – lawan politiknya. Perjuangnya dalam membela hak kaum pribumi saat itu benar – benar menempatkan dirinya menjadi seoarang tokoh yang benar-benar dihormati pada saat itu. Dialah H.O.S Tjokroaminoto lahir di desa Bakur, Madiun Jawa Timur 16 Agustus 1883 (ada yang menulis beliau lahir 20 Mei 1883. Tepat pada waktu Gunung Krakatau meletus, sebagian menulis lahir tahun 1882). Ia anak kedua dari dua belas bersaudara putra dari Raden Mas Tjokro Amiseno, seorang Wedana Kleco dan cucu R.M Adipati Tjokronegoro bupati Ponorogo. Terlahir dari keluarga bangsawan tak membuatnya bersikap angkuh, justru karena itulah ia akhirnya menjadi sebuah motor penggerak kemerdekaan bagi Indonesia disaat semua manusia tertidur dalam belaian kompeni Belanda.


Pada awalnya, ia juga mengikuti jejak kepriyayian ayahnya, sebagai pejabat pangreh praja. Ia masuk pangreh praja pada tahun 1900 setelah menamatkan studi di OSVIA, Magelang. Pada tahun 1907, ia keluar dari kedudukannya sebagai pangreh pradja di kesatuan pegawai administratif bumiputera di Ngawi, karena ia muak dengan praktek sembah-jongkok yang dianggapnya sangat berbau feodal. Antara tahun 1907 – 1910 bekerja pada Firma Coy & CO di Surabaya, disamping meneruskan pada Burgelijek Avondschool bagian mesin. Bekerja sebagai masinis pembantu, kemudian ditempatkan di bagian kimia pada pabrik gula di kota tersebut ( 1911 – 1912 ).
Bersama istrinya, Suharsikin ia mendirikan rumah kost di rumahnya di Surabaya, yang nantinya melalui rumah inilah Cokro menyalurkan ilmunya dalam agama, politik dan berorasi yang akhirnya menjadi cikal bakal pembentukan tokoh – tokoh penting di Indonesia. R. A. Suharsikin adalah cermin wanita yang selalu memberikan bantuan moril, selalu menjadi kebiasaannya, jika suaminya bepergian untuk kepentingan perjuangannya, istri yang sederhana dan prihatin ini mengiringi suaminya dengan sholat tahajud, dengan puasa, dan do’a.
Dengan lahirnya Sarekat Islam pada tahun 1912, mulailah Cokroaminoto membuat cariere. Ketika ia sedang berada di Solo ia didatangi oleh delegasi Sarekat Islam Solo untuk bergabung pada organisasi ini dan Tjokroaminoto menyatakan kesiapannya untuk bergabung, Tjokroaminoto dikenal sebagai orang yang berkarakter radikal yang selalu menentang kebiasaan-kebiasaan yang memalukan bagi rakyat banyak. Pada saat itu Tjokroaminoto telah dikenal sebagai seorang yang sederajat dengan pihak manapun juga, apakah ia seorang belanda ataupun dengan seorang pejabat pemerintah. dan Tjokroaminoto berkeinginan sekali untuk melihat sikap ini juga dimiliki oleh kawan sebangsanya terutama di dalam berhubungan dengan orang-orang asing. Banyak dari sekian banyak orang menyebut dia sebagai seorang Gatotkoco Sarekat Islam. Rencananya Serikat Dagang Islam H Samanhudi, didirikan pada tahun 1905 yang berorientasi sosial ekonomi, setelah dilebur menjadi S.I diperluas dengan politik, ekonomi, Sosila dan Agama. Tjokro Muda tokoh politik yang berhasil menggabungkan retorika politik melawan penjajah Belanda dengan ideology Islam, sehingga mengenyahkan penjajah dari bumi Nusantara.
Para pendiri Sarekat Islam mendirikan organisasinya tidak semata-mata untuk mengadakan perlawanan terhadap orang-orang cina, melainkan membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumiputra, dan merupakan reaksi terhadap rencana Krestenings-Politiek (Politik Peng-Kristenan) dari kaum zending, perlawanan terhadap kecurangan-kecurangan dan penindasan-penindasan dari pihak ambtener-ambtener bumi putra dan eropa. Pendeknya perlawanan Sarekat Islam ditujukan terhadap setiap bentuk penindasan dan kesombongan rasial. Maka Sarekat Islam berhasil sampai pada lapisan bawah masyarakat, yaitu lapisan yang sejak berabad-abad hampir tidak mengalami perubahan dan paling banyak menderita.
Prestasi perdana Tjokroaminoto adalah ketika ia sukses menyelenggarakan vergadering SI pertama pada 13 Januari 1913 di Surabaya. Rapat besar itu dihadiri 15 cabang SI, tiga belas di antaranya mewakili 80.000 orang anggota. Kongres resmi perdana SI sendiri baru terlaksana pada 25 Maret 1913 di Surakarta di mana Tjokroaminoto terpilih menjadi wakil ketua CSI mendampingi Hadji Samanhoedi. Dalam posisi wakil ketua inilah Tjokro mulai menanamkan pengaruhnya.
Kongres SI ke-II di Yogyakarta pada 19-20 April 1914 melejitkan nama Tjokroaminoto sebagai Ketua CSI menggantikan Samanhoedi dalam usia yang masih muda 31 tahun. Di tangan Tjokro, SI mewujud menjadi organisasi politik pertama terbesar di Nusantara. Pada 1914, anggota resminya mencapai 400.000 orang, sedangkan tahun 1916 terhitung 860.000 orang. Tahun 1917 sempat menurun menjadi 825.000, pada 1918 bahkan merosot lebih drastis lagi hingga pada kisaran 450.000, namun setahun berikutnya, tahun 1919, keanggotaan SI melesat sampai 2.500.000 orang.
Tjokroaminoto adalah seoarang orator ulung dalam vargadering-vargadering SI yang sanggup mengalahkan “suara baritonnya yang berat dan dapat didengar ribuan orang tanpa mikrofon”. Dibawah kepemimpinannya, Sarekat Islam menjadi organisasi yang besar dan bahkan mendapat pengakuan dari pemerintahan kolonial.
Konon anggotanya harus mengangkat sumpah rahasia dan memiliki kartu anggota yang sering kali dianggap sebagai jimat oleh orang-orang desa. Tjokroaminoto kadang-kadang dianggap sebagai ratu adil, ’raja yang adil’ yang diramalkan tradisi-tradisi mesianik jawa, yang disebut erucakra (yaitu, nama yang sama dengan Cakra-aminata, Tjokroaminoto) bahkan beberapa elite kerajaan jawa, yang tak suka dengan campur tangan belanda dalam urusan mereka, tetapi mendukung Sarekat Islam.
Pada kongres nasional pertama di Bandung pada tahun 1916 ia berkata:
”Tidaklah wajar untuk melihat Indonesia sebagai sapi perahan yang disebabkan hanya karena susu. Tidaklah pada tempatnya untuk menganggap negeri ini sebagai suatu tempat di mana orang-orang datang dengan maksud mengambil hasilnya, dan pada saat ini tidaklah lagi dapat dipertanggungjawabkan bahwa penduduknya adalah penduduk pribumi, tidak mempunyai hak untuk berpartisipasi di dalam masalah-masalah politik, yang menyangkut nasibnya sendiri… tidak bisa lagi terjadi bahwa seseorang mengeluarkan undang-undang dan peraturan untuk kita, mengatur hidup kita tanpa partisipasi kita.”
HOS pada kongres CSI tahun 1917 HOS mengutarakan persaudaraan umat tidak terbatas letak geografis ras suku dan kedudukan, semua berlandaskan persaudaraan Islam. HOS tidak menyebutkan kata Ukhuwah. Tapi gagasan yang HOS gunakan menempatkan Islam sebagai pemersatu seluruh umat.
Sifat politik dari organisasi ini dirumuskan dalam “keterangan pokok” (asas) dan program kerja yang disetujui oleh kongres nasional yang kedua dalam tahun 1917. keterangan pokok ini mengemukakan kepercayaan central Sarekat Islam bahwa “agama Islam itu membuka rasa pikiran perihal persamaan derajat manusia sambil menjunjung tinggi kepada kuasa negeri” dan “bahwasanya itulah {Islam} sebaik-baiknya agama buat mendidik budi pekertinya rakyat”. Partai juga memandang “agama … sebagai sebaik-baiknya daya upaya yang boleh dipergunakan agar jalannya budi akal masing-masing orang itu ada bersama-sama pada budi pekerti… ”. sedangkan negeri atau pemerintah “hendaklah tiada terkena pengaruhnya percampuran barang suatu agama, melainkan hendaklah melakukan satu rupa pemandangan di atas semua agama itu.” Central Sarekat Islam pun “tidak mengharapkan sesuatu golongan rakyat berkuasa di atas golongan rakyat yang lain. Ia lebih mengharapkan hancurnya kuasanya satu kapitalisme yang jahat (zondig kapitalism), dan memperjuangkan agar tambah pengaruhnya segala rakyat dan golongan rakyat … di atas jalannya pemerintahan dan kuasanya pemerintah yang perlu akhirnya mendapat kuasa pemerintah sendiri (zelf bestuur).” Dalam mencapai maksud dan tujuan ini Central Sarekat Islam mencari kerjasama dan saling membantu dengan pihak-pihak yang menyetujuinya.
Perkembangan pesat SI lebih disebabkan citra Islam, yang menjadi magnet utama menarik massa. Apalagi SI adalah tempat berkumpulnya para tokoh Islam terkemuka, sebut saja KH Ahmad Dahlan, Agus Salim, AM Sangadji, Mohammad Roem, Fachrudin, Abdoel Moeis, Ahmad Sjadzili, Djojosoediro, Hisamzainie, dan lain-lainnya. Orang-orang besar inilah yang sangat dikagumi dan menjadi panutan bagi sekalian rakyat.
Tjokroaminoto pun sempat menghasilkan buku-buku Islam, juga menulis banyak artikel tentang materi keislaman. Meski Tjokro bukan seorang ahli agama yang benar-benar murni berkonsentrasi pada pemahaman ajaran Islam, tetapi Tjokroaminotolah yang menjadi Bapak Politik Umat Islam Indonesia. Ia adalah begawan muslim yang mengajarkan pendidikan politik kepada seluruh rakyat Indonesia.
Dalam memimpin, Tjokroaminoto banyak melakukan tindakan-tindakan yang seringkali membikin pemerintah Hindia Belanda berang. Antusiasme rakyat terhadap SI membuat kaum kolonialis khawatir akan timbulnya perlawanan massal di kelak kemudian hari. Di setiap kegiatan SI, massa yang datang pasti bejubel. Tjokro pernah pula memimpin aksi buruh, membuka ruang pengaduan untuk rakyat di rumah dan di kantornya, membela kepentingan kaum kromo lewat pidato dan tulisannya di media pergerakan, mengetuai dibentuknya komite Tentara Kandjeng Nabi Mohammad (TKNM) untuk memertahankan kehormatan Islam, serta memantik rasa kebangsaan Indonesia dengan menggencarkan gagasan soal pemerintahan sendiri untuk orang Indonesia atau zelfbestuur.
Ketakutan pemerintah kolonial terhadap sepak terjang Tjokroaminoto dan SI membuat mereka terpaksa merangkulnya untuk duduk sebagai anggota Volksraad atau Dewan Rakyat. Penunjukan Tjokro ini membuat beberapa golongan di internal SI, terutama dari SI Semarang yang dimotori Semaoen dan Darsono, menentang kebijakan ini. Mereka juga tidak sepakat dengan dukungan Tjokroaminoto terhadap rencana pembentukan milisi bumiputera.
Karena aktifitas politiknya Belanda akhirnya menangkap Tjokro pada tahun 1921 karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perjuangan rakyat pribumi walaupun akhirnya dibebaskan pada tahun 1922, sebuah cobaan yang lazim diterima para penegak syariat islam di seluruh dunia.
Sebagai seorang pemimpin, wajar jika Tjokroaminoto punya banyak murid, di antaranya adalah Soekarno, Muso, Alimin, Kartosoewirjo, Buya Hamka, Abikoesno, dan banyak lagi. Para anak didik Pak Tjokro ini kelak akan menjelma sebagai pemimpin-pemimpin baru bangsa Indonesia. Seperti Soekarno yang Nasionalis, SM kartosuwirjo yang Islamis Dan Muso-Alimin yang Komunis. Perbedaan idiologi dari murid – muridnya tersebut secara tidak langsung memberikan warna sendiri bagaimana secara aktif ide-ide, ilmu dan gagasan Cokro menghujam kedada mereka. Walaupun dengan pemahaman yang beraneka ragam sesuai dengan latar belakang, pendidikan dan pekerjaanya masing masing. Jadi, pertarungan Soekarno, Kartosuwirjo dan Muso-alimin sejatinya adalah pertarungan tiga murid dari seorang guru Tjokroaminoto. Hal ini mengisaratkan bahwa adanya perbedaan tafsir para murid terhadap guru dan kemudian mendorong kecenderungan yang berbeda pula.
Dalam beberapa hal, ide Islam Tjokro lebih dipahami oleh Kartosuwirjo dengan Darul Islamnya, ia melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh Tjokro yakni menuntut Indonesia dalam wujud Ad-daulatul Islamiyah. Dengan dasar itu ia akhirnya memproklamirkan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 di Jawa Barat.
Pak Tjokro juga seorang jurnalis. Ia pernah memimpin suratkabar Otoesan Hindia yang merupakan organ internal SI sekaligus sebagai pemilik usaha percetakan Setia Oesaha di Surabaya. Juga pernah terlibat dalam Bendera Islam bersama Agus Salim, Soekarno, Mr Sartono, Sjahbudin Latief, Mohammad Roem, AM Sangadji, serta aktivis Islam dan Nasionalis lainnya. Fadjar Asia pun terbit sebagai suratkabar pembela rakyat berkat kerja kerasnya bersama Agus Salim dan Kartosoewirjo. Tjokroaminoto pun piawai menulis buku, di antaranya adalah dua buku yang diberi judul Tarich Agama Islam serta Islam dan Sosialisme.
Tjokroaminoto menguasai bahasa Jawa, Belanda, Melayu, dan bahasa Inggris. Bahasa Jawa mengandung kelembutan dalam bentuk dan wujudnya, juga dalam pengucapannya. Namun, dalam kata-kata lembut itu termuat maksud dan isi yang tajam, serta seringkali berupa kiasan atau sindirian yang tak kalah menohok, dan itulah yang sering dilakukan Tjokro untuk “menghabisi” lawan bicaranya. Tjokro juga mulai belajar bahasa Inggris, meski hanya sendiri tanpa guru yang mengajari. Tjokroaminoto sempat menghasilkan pidato dan beberapa tulisan tangkas berbahasa Inggris. Ilmu bahasa universal itu sempat ia terapkan untuk menerjemahkan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.
Tjokroaminoto mempunyai keyakinan yang teguh, bahwa Negara dan bangsa kita tak akan mentjapai kehidupan jang adil dan makmur, pergaulan hidup jang aman dan tenteram, selama keadilan sosial sepandjang adjaran-adjaran Islam belum dapat berlaku atau dilakukan mendjadi hukum dalam Negara kita, sekalipun sudah merdeka.

Terbukti sekarang, sekalipun Negara dan bangsa kita sudah merdeka dan berdaulat bernaung dibawah pandji-pandji sang merah putih, namun rakjat jelata jang berpuluh-puluh jumlahnja belum merasakan kenikmatan dan kelezatan hidup dan kehidupan sehari-harinja. Rakyat masih tetap menderita matjam – matjam kesukaran dan kemelaratan. Kekatjauan timbul dimana-mana. Perampokan penggedoran. Pentjulikan dan pembunuhan seolah-ilah tak dapat diatasi oleh pihak (alat) pemerintahan.
Dikota-kota besar nampak pula kerusakan moral (budi pekerti) bangsa kita. Bukan sadja pelajturan jang meradjalela dari kota-kota sampai desa-desa, tetapi pihak jang dikatakan kaum terpeladjar, pemuda dan pemudi tak ada batas lagi pergaulan hidupnja, pergaulan jang merdeka. Pergaulan jang mempengaruhi alam pikiran pada kesesatan. Sumber-sumber pelatjuran telah menjadi pergaulan hidup yang modern. Kemadjuan jang mentjontoh dunia barat jang memang sudah rusak. Rusak budi-pekertinja dan rochaninja. Tak ada kendali didalam djiwa jang dapat menahan hawa nafsunja. Inilah semuanja yang oleh ketua Tjokroaminoto dikatakan Djahiliah modern.
Kalau alat-alat pemerintah RI jang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan, baik pihak atasan maupun sampai bawahan sudah tidak takut lagi kepada hukuman Allah, jakinlah Negara akan rusak dan hantjur dengan sendirinja, sebab segala perbuatan djahat, korupsi, penipuan, suapan dan sebagainja jang terang terang merugikan Negara, dikerjakan dengan aman oleh mereka itu sendiri, rakjat mengerti sebab rakjat jang menjadi korban”.
Di tengah pemerintah kolonial yang masih kuat apalagi saat itu Belanda masih menerapkan peraturan Reegerings Reglement (RR) sebuah peraturan yang berisi larangan berpolitik, berkumpul untuk membahas perjuangan kemerdekaan. Yang otomatis Cokro saat itu harus berhadapan dengan dua lawan yaitu Belanda dan Pangreh Praja yang menjadi kaki tangan Belanda. Pada tahun 1924, Cokro mulai aktif dalam komite –komite pembahasan kekhilafahan yang dicetuskan pemimpin politik Wahabiah Arab, Ibnu Saud. Sebuah langkah untuk memperkuat barisan menuju kemerdekaan dan kekhalifahan dunia.
Satu hal yang penting bagi Tjokro, ia berfikir reflektif sebagai respons atas pertautan zamannya. Islam ditemukannya sebagai suatu ideologi. Setelah menemukan Islam sebagai Ideologi, maka Tjokro memberi geist baru bagi Islam yaitu dengan sosialisme, yang coba digali dari dalam Al-Qur’an. Tampaknya, Tjokro sadar akan bahaya sosialisme yang dengan “keseksiannya” banyak menarik pengikut dari aktivis pergerakan. Jika Islam dimaknai secara pasif, bukan suatu unsur yang “seksi”, menarik dan berjuang bagi perubahan, maka langkah Islam tidak akan beranjak dari fungsi praktik ritual belaka.
Sosialisme Islam Tjokroaminoto
Sosialisme Islam menurut Tjokro adalah sosialisme yang wajib dituntut dan dilakukan oleh umat Islam, dan bukan sosialisme yang lain, melainkan sosialime yang berdasar kepada azaz-azaz Islam belaka. Baginya, cita-cita sosialisme dalam Islam tidak kurang dari 13 abad umurnya dan tidak ada hubungannya dengan pengaruh bangsa eropa. Azaz-azaz sosialisme Islam telah dikenal dalam pergaulan hidup Islam pada zaman nabi Muhammad SAW.
Islam secara tegas mengharamkan riba (woeker) dan itu artinya Islam menentang keras terhadap kapitalisme. Sebagaimana ditulis Tjokroaminoto dalam bukunya Islam dan Sosialisme, “Menghisap keringatnya orang-orang yang bekerja, memakan pekerjaan lain orang, tidak memberikan bahagian keuntungan yang semestinya (dengan seharusnya) kebahagiannya lain orang yang turut bekerja mengeluarkan keuntungan itu,- semua perbuatan yang serupa ini (oleh Karl Marx disebut memakan keuntungan “meerwaarde” (nilai lebih) adalah dilarang dengan sekeras-kerasnya oleh agama Islam”.
Islam menentang kapitalisme juga terlihat bagaimana konsep muamalah Islam diberlakukan. Ajaran Islam mengajarkan bahwa akan celaka orang yang mengumpulkan harta untuk kesia-siaan. Dalam muamalah Islam kata Tjokro, praktek yang mengarah pada penimbunan dan penumpukan modal dan barang adalah dilarang. Termasuk Islam melarang keras praktek riba karena dianggap benih kapitalisme yang menurut pendapat Karl Marx disebut sebagai meerwarde.
Azaz penting menurut Tjokro mengapa Nabi Muhammad gigih memperjuangkan Sosialisme Islam karena Islam mengajarkan sebesar-besarnya keselamatan hendaknya menjadi bahagiannya sebanyak-banyaknya manusia, dan keperluannya seseorang hendaknya bertakluk kepada keperluannya orang banyak. Termasuk pencapaian rahmatan lil alamien yang menjadi misi kerosulan Nabi Muhammad adalah ingin meletakkan semangat keadilan dan kemanusiaan yang meniscayakan hadirnya sistem yang mensejahterakan.
Maka kalau ditelaah lebih jauh pemikiran diatas bahwa sebenarnya semangat perjuangan Tjokroaminoto adalah ingin meletakkan Islam sebagai unsur fundamental untuk membebaskan rakyat dari kesewenang-wenangan rezim Kolonial Belanda. Sosialisme Islam baginya adalah ruh pembebasan manusia dari pemiskinan yang digerakkan oleh sistem. Perlawanan terhadap sistem yang tidak berkeadilan beliau letakkan sebagai misi kenabian sebagaimana ajaran Nabi Muhammad.
Bagi Tjokroaminoto, dasar sosialisme Islam adalah ajaran Nabi Muhammad tentang kemajuan budi pekerti rakyat. Sehingga Tjokro membagi anasir sosialisme Islam pada tiga anasir, pertama, kemerdekaan (vrijheid-liberty). Kedua, persamaan (gelijk-heid-eguality), dan ketiga, persaudaraan (broederschap-fraternity).
Bagi Cokro, Islam adalah sesuatu yang harus di perjuangkan dan di persatukan, sebagai dasar kebangsaan yang hendak di proses menuju Indonesia. Tipikal Cokro, identik dengan AI-Afghani yang juga merupakan tokoh politik Pan-Islamisme (kebangkitan Islam). Cokro dan Afghani juga sama-sama mengalami kegagalan dalam perjuangan Pan-Islamismenya. Namun, arti penting keduanya bukan pada kemenangan atau kekalahan. Keduanya menjadi penting karena menggulirkan momentum perubahan pemikiran dalam Islam. Keduanya juga menjadi ruh perjuangan bagi kepentingan politik Islam.
Ruh Cokro akan masih terus bergerak menjadi spirit perjuangan ketika islam di artikulasikan sebagai penggerak yang aktif, tidak statis. Yang mengatakan ,” Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid , sepintar-pintar siasat”. Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta, dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta.
Sumber buku :
  1. Amelz, H.O.S Tjokroaminoto: Hidup dan Perjuangannya, Jakarta: Bulan Bintang, 1952.
  2. Brackman, Arnold. Indonesian Communism, (New York: Preager, 1963.
  3. Dengel, Holk. Darul Islam dan Kartosuwiryo: Sebuah Angan-Angan yang Gagal, Jakarta: Sinar Harapan, 1997.
  4. Fealy, Greg. Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967, Yogyakarta: LkiS, 1998.
  5. Legge, J.D. Sukarno, Biografi Politik, Jakarta: Sinar Harapan, 2000.
  6. Geertz, Clifford. Santri, Abangan dan Priyayi, Jakarta: PT Gramedia, 1982.
  7. Ingleson, John. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia 1927-1934, Jakarta: LP3ES, 1988
  8. Mc.Vey, Ruth. The Rise of Indonesian Communism, Ithaca.NY: Cornell University Press, 1965.
  9. Shiraishi, Takashi. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, Jakarta: Grafiti Press, 1997.
  10. Tjokroaminoto, HOS. Sosialisme di dalam Islam, dikutip dari Islam, Sosialisme dan Komunisme (editor: Herdi Sahrasad), Jakarta: Madani Press, 2000.
  11. Deliar Noer, 1996, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta: LP3ES
  12. Sartono Kartodirjo, dkk, 1975, Sejarah Nasional Indonesia, jilid V, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  13. M.C.Richlefs, 2001, Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Jakarta: Serambi
http://serbasejarah.wordpress.com/2009/04/24/sang-raja-tanpa-mahkota-hidup-dan-perjuangan-tjokroaminoto/

Rabu, 22 Mei 2013

Harta Yang Ada Pada Diri Kita Bukanlah Punya Kita


Ketahuilah bahwasanya segala yang ada pada kita ini tidaklah ada yang kita punya. Kita datang ke dunia ini tidaklah membawa apa apa. Barang barang dan harta benda yang kita dapati di sini tidak sebuah jua pun yang kita punya. Dia hanya diberikan kesempatan kepada kita buat memakainya.
Setelah kita mati tidak sebuah pun harta itu yang kita bawa ke kubur, selain dari pada tiga lapis kain kafan. Bagaimanapun banyaknya harta benda yang ada dalam rumah kita, kalau kita fikirkan dengan seksama, hanyalah pinjaman belaka dari Allah kepada kita.
Kalau hal ini kita ingat baik, kita akan segera menafkahkannya, kita tidak akan bakhil. Fikirkanlah dengan seksama, kita misalkan orang yang memiliki berkodi kodi pakaian, berpuluh puluh helai kain sarung dan beratus kain yang lain, fikirkanlah berapa hanya yang dipakai setiap hari? Hanya sekedar menutup aurat di hari itu. Demikian juga harta benda yang lain. Kalau hal itu kita fikirkan, guna apa kita bakhil?.
Begitulah, bila keimanan yang tebal kepada Allah dan RasulNya, harus terbukti dengan kesudian menafkahkan harta benda yang ada pada kita. Karena orang yangberiman kepada Allah selalu yakin bahwa Allah tidak akan membuat dirinya terlantar dalam hidup. Harta yang ada pada diri kita adalah pemberian dari Allah. Kita percaya akan pemberian itu. Maka kalau sekali kita telah percaya bahwa harta itu datang dari Allah, mengapa kita tidak percaya bahwa yang kita berikan di jalan Allah itu akan digantiNya? - HAMKA -

Hindari Menjadi Manusia Egois

Pada umumnya manusia hidup hanya pada batas batas tuntutan mereka yang tertentu. Apabila mereka mempunyai suatu kebutuhan, maka akan menjadi kuatlah perasaan mereka dengannya. Mereka senantiasa berusaha berdasarkan apa yang mereka miliki atau yang mereka anggap hak mereka, mereka bersemangat hingga mereka dapatkan haknya , bahkan lebih dari itu.
Adapun bila mereka mempunyai suatu kewajiban yang harus mereka penuhi, maka mereka melupakannya, jarang sekali mereka mengingatnya melainkan bila mereka dituntut atau dipaksa. Dan jika mereka memenuhi tuntutan tersebut, maka itu merupakan pelaksanaan yang penuh dengan kekurangan.
Sesungguhnya bentuk akhlak egois yang buruk ini sangat mengganggu kepada masyarakat Islam. Karena pribadi yang tidak tergerak kecuali oleh kepentingan dirinya sendiri, dan tidak menaruh perhatian sama sekali terhadap kemaslahatan umat, adalah pribadi yang merugikan masyarakat, bangsa dan Negara.
Berapa banyak Negara dirugikan oleh tingkah laku para pegawai negeri yang hanya menghabiskan waktu membicarakan soal gaji dan kenaikan gaji, tanpa menaruh perhatian sepenuhnya kepada pekerjaan dan kewajibannya. Ia tidak mengetahui kecuali apa yang dianggap haknya, sedangkan yang berkaitan dengan tanggungjawabnya sebagai pegawai, ia tidak mengetahui sama sekali.
- Syeikh Muhammad Al Ghazali -

Selasa, 14 Mei 2013

Pengelola/Nazir Mesjid, Guru Mengaji, dan Bilal Jenazah Kurang Mendapat Perhatian

Perhatian Pemko Medan terhadap pengelola/nazir masjid, guru mengaji di masjid serta bilal jenazah masih sangat minim. Tidak sebanding dengan tanggungjawab pekerjaan, terkesan perhatian dan bentuk bantuan yang diberikan separuh hati.

Sudah sepantasnya, bersamaan dengan semakin meningkatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan, maka meningkat pula bantuan bulanan terhadap pengelola/nazir mesjid, guru mengaji di masjid serta bilal jenazah. Maka, sudah saatnya APBD Medan mensejahterakan nazir, guru mengaji di masjid dan bilal mayat. Karena keberadaan mereka sangat nyata manfaatnya oleh warga secara luas.

Sabtu, 11 Mei 2013

Belawan dan Marelan Termiskin

MEDAN-Dua kecamatan di Medan Utara, yakni Belawan dan Marelan menjadi daerah termiskin di Medan. Pasalnya, kedua kecamatan ini menjadi penerima beras miskin (Raskin) terbanyak pada tahun 2013 ini.
“Sama seperti tahun lalu, Belawan dan Marelan masih menjadi kecamatan paling banyak menerima beras miskin pada tahun ini. Sedangkan untuk kecamatan penerima te-rendah adalah Medan Baru,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Pemko Medan Ir Dahnar Siregar didampingi Kasubbag Usaha Daerah, Sintong kepada Sumut Pos, Jumat (8/3).
Di kecamatan Belawan, lanjutnya, ada sekitar 8.222 Rumah Tangga Miskin (RTM). Alokasi raskin untuk kecamatan ini mencapai 123, 33 ton. Sedangkan di Kecamatan Medan Marelan terdapat 6.947 RTM dengan alokasi raskin sebanyak 104, 20 ton. Untuk Medan Baru sebagai penerima terendah hanya mendapat jatah 7, 48 ton, dengan 499 RTM.
Menurut Dahnar, jumlah penerima raskin Kota Medan pada tahun ini sebenarnya mengalami pengurangan dari tahun 2012 lalu. Pada tahun 2012 lalu, penerima raskin di Kota Medan sebanyak 77.654 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pada tahun ini, penerima raskin di Medan menurun menjadi 73.110 RTS. Jumlah penerima raskin ini pun menurun sekitar 4.544 RTS pada tahun ini. “Pengurangan hampir merata di setiap kecamatan. Tapi ada juga yang bertambah di kecamatan tertentu. Jadi, ada yang berkurang, ada yang bertambah,” jelasnya.
Dahnar menambahkan, beras raskin di Kota Medan memang mulai disalurkan pada Februari 2013 lalu. Hal ini dilakukan karena penyaluran dari pusat juga mengalami kendala. Karena itu, pada penyaluran di Februari kemarin diserentakkanpada Januari. Sedangkan untuk Bulan Maret, pendistirbusian dari Sub Bulog sedang berlangsung.”Penyaluran raskin di Kota Medan pada tahun 2013 ini kita mulai Februari karena dari Jakarta juga mengalami kendala. Untuk penyaluran pada bulan ini, Maret sedang berlangsung. Semoga dengan keterangan ini, masyarakat tidak bertanya-tanya lagi. Pokoknya, untuk penyaluran pada April nanti sudah lancar seperti biasa,” tegasnya.
Untuk penyaluran sendiri tetap dilakukan di Kantor Lurah. Karena itu, beras raskin langsung diantar ke masing-masing kantor lurah. Untuk harga tetap Rp1.600 per kilogram. “Masyarakat diimbau untuk langsung mengambil di kantor lurah karena waktunya hanya seminggu setelah beras sampai. Lewat seminggu, beras raskin itu kita kembalikan ke Bulog, jadi begitu sampai di kantor lurah, warga diharapkan langsung mengambil,” pungkasnya. (mag-7)

Medan Belawan Daerah Tertinggal

Kecamatan Medan Belawan merupakan satu dari 21 Kecamatan di Kota Medan yang merupakan daerah tertinggal. Ini adalah suatu contoh betapa jeleknya perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan kota yang dilakukan pemerintah kota selama ini. Kecamatan ini merupakan contoh dimana telah terjadi the paradox of growth dalam pembangunan.

Kota Medan yang tingkat pertumbuhannya di atas tingkat pertumbuhan nasional tidak dapat dinikmati penduduknya secara merata. Di tengah tingkat pertumbuhan yang tinggi ada daerah yang tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraannya adalah rendah.

Ini bisa terjadi karena pembangunan berjalan secara tidak merata dan pembangunan yang tidak merata timbul dari jeleknya kualitas perencanaan yang disusun oleh pemerintah kota. Di samping itu pemerintah kota Medan menyerahkan pembangunan kota pada kekuatan pasar.

Kecamatan Medan Belawan mengalami ketidak merataan pembangunan. Ini terlihat dari jumlah keluarga miskin yang berjumlah besar di daerah ini serta indeks pembangunan manusia yang rendah. Juga dapat dilihat dari pembangunan pisik wilayah yang tidak terarah dan aktifitas perdagangan yang rendah.

Berpuluh tahun tidak ada perubahan pisik wilayah di daerah ini. Sementara pertumbuhan di pusat kota berjalan berlipat lipat, yang menjadi kebanggaan pemerintah kota Medan. Jalan penghubung dari Medan ke pelabuhan Belawan, sebagai jalur satu satunya penghasil devisa nasional di kota Medan (di luar jalan tol) dibiarkan apa adanya bahkan kondisinya semakin parah.

Tidak ada inisiatif untuk mendorong pihak pelaku ekonomi untuk menanamkan modalnya di sana, yang bisa membangkitkan ekonomi wilayah. Juga tidak ada insentif yang dapat diberikan. Ia lepas dari perhatian dan keperdulian pemerintah kota Medan. Pada kecamatan Medan Belawan kita menemukan pelabuhan Belawan.

Dahulu Belawan adalah sebuah kota yang memiliki administrasi kota tersendiri, terpisah dengan kota Medan. Belawan dikenal oleh luar negeri sebagai pelabuhan ekspor barang pertanian dan perkebunan dari daerah belakangnya. Ia merupakan pelabuhan samudra untuk ekspor dan impor antar negara.

Banyak devisa yang disumbangkan pelabuhan ini. Iapun sebagai pintu gerbang Indonesia wilayah barat. Sejak jaman penjajahan dulu bangsa luar negeri hanya mengenal nama Belawan, Medan dan Deli karena sangat mendukung perdagangan internasional saat itu. Sampai saat ini peran itupun masih berjalan.

Perjalanan sejarah membawa daerah ini mundur dari kemajuan yang pernah dicapainya dulu. Saat ini ia telah menjadi daerah terkebelakang. Penyatuannya dalam pemerintah kota Medan tidak membawanya pada kemajuan. Kota Belawan/Kecamatan Medan Belawan berubah menjadi unmanaged growth.

Kota yang pembangunannya tidak terencana dan tidak terkendali. Ia menjadi kota yang kumuh dan semrawut. Malam hari gelap dan menakut -kan. Tingkat kebodohan maupun kemiskinan masyarakatnya cukup tinggi. Demikian juga dengan tingkat kriminalitasnya. Dengan kata lain inilah daerah yang paling terkebelakang yang ada di kota Medan.

Dalam skala lebih luas ketertinggalan ini terjadi di 4 kecamatan di utara kota Medan. Empat kecamatan itu Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Tapi yang terparah adalah kecamatan Medan Belawan. Empat kecamatan ini tingkat pertumbuhannya lebih rendah dari tingkat pertumbuhan pada kecamatan lainnya di kota Medan.

Empat kecamatan (Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Belawan) inilah yang disebut sebagai daerah Medan Utara, tempat berkumpulnya keluarga miskin. Di daerah ini bukan saja masyarakatnya miskin tapi tingkat pembangunan infrastruktur juga rendah, yang seharusnya dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan manusianya.

Ia menjadi daerah terkebelakang jika dibandingkan dengan daerah kecamatan lainnya di kota Medan. Ia berwajah lain dengan kecamatan lainnya, khususnya yang berada di pusat kota, yang menjadi kebanggaan pemerintah kota Medan. Pembangunan pusat kota tidak berhasil
mendorong pertumbuhan daerah Medan Utara.

Teori trickle down effect seperti yang diharapkan pemerintah kota bagi mengembangkan wilayah belakang pusat kota, tidak berjalan. Mereka lupa teori ini hanya bisa berjalan jika infrastruktur telah terbangun dengan baik. Daerah ini hanya bisa dikembangkan melalui komitmen pemerintah kota Medan melalui kebijakan publik yang terekam dalam Perencanaan Pembangunan Kota Medan dan APBD nya.

Pemerintah kota pun harus berjuang mendapatkan biaya dari APBD Provinsi Sumatera Utara dan APBN pemerintah pusat bagi pembangunan daerah ini. Inilah yang namanya komitmen itu. Tapi jika komitmen tidak ada maka apapun tidak akan berjalan terkecuali mencari alasan untuk tidak dipersalahkan.

Pembangunan daerah Medan Utara harus melalui campur tangan pemerintah, tidak bisa diserahkan pada kekuatan pasar seperti yang dilakukan pada daerah pusat kota Medan. Hanya dengan cara ini pemerataan pembangu-nan, kebodohan dan kemiskinan dapat diselesaikan.

Daerah Medan Utara menduduki tempat strategis bagi perkembangan kota Medan dan provinsi Sumatera Utara maupun Nasional. Ia merupakan daerah penyangga yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kota Medan. Sementara pemerintah kota Surabaya telah membangun Jembatan Nasional Suramadu untuk mengakses wilayahnya ke daerah pulau Madura sementara itu pula pemerintah kota Medan sangat asyik membangun pusat kotanya, yang menciptakan kemacatan yang semakin parah.

Mereka tidak paham bahwa arus komuter setiap hari semakin derasmasuk dari daerah luar Medan, yang terus menciptakan kemacatan. Mereka tidak mengerti seolah olah rambu rambu lalu lintas bisa menyelesaikan masalah kemacatan. Mereka lupa kemacatan kota bersifat disincentive bagi masuknya investor.

Kota ini dalam setahun atau dua tahun mendatang akan mengalami kemacatan yang parah seperti yang dialami kota Bandung saat ini. Pemerintah  kota hanya mau belajar ke daerah yang maju, tidak mau belajar ke daerah yang memilik masalah yang sama. Berikutnya dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia juga menunjukan hal yang sama, sejalan dengan keterbelakangan yang terjadi.

Dikutip dari Buku IPM Tingkat Kecamatan Kota Medan Tahun 2007 (makalah Harmes Joni) : Terlihat 4 kecamatan di Medan Utara menduduki tempat terendah di bidang kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan. Dengan tingkat IPM yang rendah ini me-reka menjadi tak berdaya.

Selain tidak sehat mereka juga bodoh sehingga me-nggiring mereka ke tingkat kemiskinan yang semakin parah. Disinilah perlunya ada campur tangan pemerintah kota Medan agar mereka bisa terangkat dari kebodohan dan kesehatan menuju pada tingkat kehidupan yang wajar.

Jika diperhatikan pada IPM kabupaten di daerah Sumatera Utara seperti yang disiarkan pihak BPS Sumatera Utara maka keempat kecamatan ini juga termasuk tingkat terendah IPM nya. Padahal mereka berada di kota metropolitan, yang juga adalah ibu kota provinsi.

Akhirnya jika pembangunan kota Medan mau berjalan merata bagi kepentingan semua warga, pembangunannya jangan diserahkan pada kekuatan pasar. Kekuatan pasar tidak pernah memperhatikan pemerataan, kesejahteraan, kebodohan dan kemiskinan. Oleh sebab itu campur tangan pemerintah kota Medan adalah sangat penting.

Kebijakan menyerahkan pembangunan kota Medan pada kekuatan pasar yang berjalan selama ini harus di hentikan. Jalankan fungsi pemerintah seperti yang diamanatkan. Itulah gunanya masyarakat memiliki pemerintah.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=92129:medan-belawan-daerah-tertinggal&catid=25:artikel&Itemid=44

Jumat, 10 Mei 2013

Kekuatan Rayap

Kekuatan Rayap – Hikmah Ramadhan
Anda tahu rayap? Rayap adalah binatang kecil yang biasa memakan kayu. Rayap dikenal sebagai hama yang bisa merusak rumah kita, setidaknya bahan rumah kita yang terbuat dari kayu. Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa hancur oleh binatang kecil ini. Namun bukan hanya ini saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun.
Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem Air Conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 mm saja. Artinya rayap mampu membangun tempat tinggalnya sampai 3.000 kali tinggi badannya.
Sementara manusia, dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang canggih, sampai sekarang belum mampu membangun bangunan dengan ketinggian sampai 1.000 kali tinggi badannya. Sampai saat ini bangunan tertinggi yang sudah dibuat manusia baru sampai ketinggian sekitar 1.000 meter saja.
Bagaimana rayap bisa membangun tempat tinggalnya begitu tinggi? Ada dua hikmah yang bisa kita dapatkan dari rayap:
  1. Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.
  2. Mereka bekerja dengan mengikuti insting, yang merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada makhluq ini. Mereka tidak punya ilmu arsitektur. Mereka tidak memiliki ilmu dengan pengkondisian udara dan tata ruang. Mereka tidak pernah kuliah cara mengawetkan makanan. Mereka mampu, karena mereka hidup dalam fitrahnya.
Manusia yang seharusnya memiliki kemampuan yang jauh lebih dahsyat bisa kehilangan kemampuan itu karena disebabkan oleh dua hal.
Yang pertama, jika seseorang sudah tidak mau lagi bekerja sama sesama dengan saudaranya. Kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi untuk bekerja sama sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. “Saya bisa, saya hebat, dan saya mampu. Buat apa bekerja sama?” Orang yang berkata seperti ini adalah mereka yang kehilangan banyak potensi keberhasilan dalam hidupnya.
Hikmah kedua, banyak manusia yang sudah jauh dari fitrahnya. Mereka hidup dengan cara sendiri. Cara yang diproduksi oleh akalnya sendiri yang sungguh lemah dan banyak kekurangannya. Padahal kita sudah punya cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia karena cara hidup ini dibuat oleh Pencipta kita. Cara hidup itu adalah Al Quran dan Hadits Nabi saw.
Mudah-mudahan, melalui gemblengan bulan Ramadhan ini, kita semua kembali ke fitrah kita (idul fitri) serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian kita bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amin
http://www.motivasi-islami.com/kekuatan-rayap-hikmah-ramadhan/

Rabu, 08 Mei 2013

Tiga Langkah Menjadi Orang yang Bertakwa

Takwa (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Soraya Khoirunnisa

Inna lillahi wa innaa ilaihi rajiun. Pada Jumat tanggal 26 April 2013 Indonesia bahkan mungkin dunia dikejutkan dengan meninggalnya seorang ustaz yang sangat kharismatik, Ustaz Jefri Al-Buchori.

Bisa dipastikan begitu banyak orang yang merasa kehilangan sosok ulama “gaul” yang dekat dengan kalangan masyarakat manapun. Terlalu banyak kenangan manis nan indah tentang Ustaz Jefri  yang melekat dalam benak publik.

Tidak ada yag menyangka bahwa “Uje” yang kita cintai akan meninggalkan kita dengan begitu cepat. Kematian adalah rahasia Ilahi. Asro Kamal Rokan dalam artikelnya pernah menuliskan bahwa maut tidak datang mengetuk pintu. Ya, memang begitulah adanya. Maka alangkah meruginya kita jika tidak mengambil pelajaran berharga dari kematian.

Jelaslah bahwa kehidupan dunia ini tidaklah abadi. Kehidupan kita di dunia ini hanyalah sebuah mimpi. Lalu dimanakah kehidupan kita yang sesungguhnya? Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata “Annaasu niyaamun wa idzaa maatuu intabahuu”. Manusia ini semuanya tidur, dan ketika mati (maka) terbangunlah (manusia) dari tidurnya. Itulah kehidupan yang sebenarnya. Yaitu ketika kita menutupkan mata meninggalkan dunia ini, maka terbukalah gerbang kehidupan yang sebenarnya.

Selama ini kita hanya memperjuangkan kenikmatan fana yang hanya ada di alam mimpi. Namun jarang sekali kita memikirkan bekal yang akan kita bawa untuk kehidupan hakiki. Kehidupan setelah mati.
               
Tidak ada satupun kebanggaan dunia yang akan kita bawa nanti. Bukan harta, tahta bukan pula sanjungan dan pujian orang. Hanyalah takwa sebaik-baik bekal menghadap Allah tuhan semesta alam. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqoroh : 197 “Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” Maka setiap manusia haruslah menyadari bahwa taqwa adalah kebutuhan wajib yang harus diraih. Bukan hanya bekal akhirat. Namun juga bekal dunia akhirat.
               
Takwa di dalam kamus Ilmu Alquran dapat diartikan dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Tingkah laku orang yang bertaqwa selalu mencerminkan perilaku mulia dan selalu berusaha menghindari hal-hal yang menjadikan Allah murka.
Allah memberikan beberapa rambu-rambu untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Pertama, bertanya kepada Orang yang mengetahui. Atau dalam hal ini adalah bertanya kepada alim ulama tentang bagaimana menjadi orang yang bertakwa (QS. An-Nahl : 43).

Kedua adalah selalu bersama-sama para shidiiqiin (orang yang benar) (QS. At-Taubah). Dalam bahasa Jawa yang terkenal “wong kang shaleh kumpulono”. Lalu siapakah orang-orang yang benar? Al-Qur’an menjelaskan pada QS.  Bahwasanya Shiddiiquun adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.

Ketiga adalah selalu berkata dengan perkataan yang benar (QS. Al-Ahzab : 70). Allah menjelaskan dalam QS. Fusshilat : 30 bahwa sebenar-benar perkataan adalah orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.”

Demikianlah, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang mengejutkan kita hari ini. Dan beliau guru kita, Ustaz Jefri Al-Buchori mendapatkan sebaik-baik tempat di sisi Allah. Amin.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/04/30/mm1gqb-tiga-langkah-menjadi-orang-yang-bertakwa

9 Manusia yang Mendapat Pertolongan Allah SWT


Takwa (ilustrasi). 
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh KH Muhammad Dawam Saleh

“Katakanlah siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang dikeluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan kebaikan-kebaikan rezeki, katakanlah bahwa itu adalah milik orang-orang yang beriman di dunia dan khusus bagi mereka di hari kiamat. Demikianlah kami perinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui” (QS al-A’raf: 32).

Sebagian orang yang disebut sufi biasanya menghindar dari kemewahan dunia, bahkan ada yang berlebih-lebihan. Mereka dari orang-orang Yahudi, Nasrani, Hindu, dan juga Islam. Orang-orang Islam, terutama yang terpengaruh oleh buku-buku tasawuf seperti kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali dalam bab Dzammuddunya, bisa bersikap lebih ekstrem zuhud dalam menghadapi kehidupan dunia.

Padahal dalam Alquran disebutkan bahwa kita bisa memperoleh kebaikan, kekuasaan, harta melimpah, kejayaan, kekayaan di dunia sebagaimana sebagian para nabi yang juga mendapatkan itu semua

Siapa orang-orang yang memperoleh kebaikan, kemenangan, kejayaan dan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan dunia? Pertama, orang-orang yang beriman dan bertakwa akan mendapat perhiasan Allah, kebaikan-kebaikan rezeki, berkah dari langit dan bumi (QS Al-A’raf: 32 dan 96). Dan yang bertakwa kepada Allah akan diberi jalan keluar dari kesempitan (QS At-Thalaq: 2), dimudahkan urusannya (QS At-Thalaq: 4), dan dilipatkan pahala baginya (QS At-Thalaq: 5).

Kedua, orang-orang yang berdoa mohon kebaikan di dunia dan akhirat, akan mendapat bahagia dari apa yang mereka usahakan (QS Al-Baqarah: 202).

Ketiga, orang yang beramal shaleh dan beriman akan dijadikan kehidupan dunianya baik (QS An-Nahl: 97).

Keempat, orang yang merawat anak-anak yatim dan mempergauli mereka dengan sebaik-baiknya (QS Al-Baqarah: 220).

Kelima, para nabi dan rasul yang menjadi orang pilihan dan terkemuka di dunia (QS Al-Baqarah: 130, Ali Imron: 45, Al-Ankabut: 27).

Keenam, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang mengeluarkan zakat dan beriman kepada ayat-ayat Allah SWT, akan mendapatkan rahmat di dunia dan di akhirat (QS Al-A’raf: 156, An-Nahl: 30).

Ketujuh, Nabi Ibrahim yang dipilih menjadi imam yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT lagi lurus dan hanif, selalu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah, ia pun dipilih oleh Allah SWT dan diberi petunjuk ke jalan yang lurus dan diberi kebaikan di dunia (QS An-Nahl: 120-122).

Kedelapan, orang-orang yang hijrah di jalan Allah SWT setelah dianiaya di negeri mereka (QS An-Nahl: 41). Kesembilan, pahala di dunia dan di akhirat diberikan kepada Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub dan keturunan nabi-nabi (QS Al-Ankabut: 27).

Sembilan kelompok orang yang mendapatkan berkah, kebaikan, rahmat, rezeki, kemuliaan, dan kejayaan di dunia itu menunjukkan bahwa tidak seluruh apa yang ada di dunia ini adalah najis, haram, dan menghancurkan atau merupakan adzab bagi kita. Tetapi Alqur’an berulangkali mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh gebyar dunia (QS Luqman: 33, Al-Jatsiyah: 35, Al-Hadid: 20, Fathir : 5, Al-An’am: 70 dan 130, Al-A’raf: 51).

Di samping itu, Alqur’an juga menganjurkan kita untuk bekerja guna mencari rezeki halal. Seperti dalam beberapa hadis Rasulullah SAW, “Carilah rezeki meskipun di tempat-tempat terpencil di bumi ini” (HR Bukhari dan Muslim). Sabda beliau yang lain, “Allah mencintai orang mukmin yang bekerja” (HR Thabrani dan Baihaqi). Ada pula sabda lain, “Allah mencintai orang kaya yang bertakwa” (HR Thabrani dan Baihaqi). 

Pengasuh PP Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan

Kamis, 25 April 2013

Medan Utara Masyarakat Pesisir yang Terpinggirkan

Masyarakat pesisir kota Medan yang umumnya bermukim di wilayah Medan Utara hidup dalam kondisi yang serba tertinggal. Pembangunan infrastrukturnya tidak semaju pembangunan wilayah lain. Fasilitas umum yang dimiliki jumlahnya masih jauh dari kebutuhan yang seharusnya.
Sebagian besar masyarakat pesisir Medan Utara adalah nelayan tradisional, nelayan buruh, buruh pelabuhan, buruh pabrik, petani, buruh tani, penarik becak, buruh bangunan, pedagang kecil.
Masyarakat pesisir Medan Utara sebagian besar masih hidup dibawah garis kemiskinan, dengan pendapatan yang sangat minim.
Sungguh sangat irasional. Medan Utara dengan potensi perekonomian yang cukup tinggi, ternyata tidak berbanding lurus dengan kenyataan apa yang dirasakan oleh masyarakatnya.

Potensi yang Tak Ternikmati
Pelabuhan Internasional Belawan, adalah salah satu gerbang utama ekonomi Indonesia wilayah barat. Disini juga ada pelabuhan peti kemas, pelabuhan kapal penumpang.
Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, merupakan sentra penghasil ikan tangkapan laut yang merupakan salah satu sumber utama sumatera utara.
Kawasan Industri Medan.......

Pesan dari Sahabat-1



Persoalannya bukan pada KEMAMPUAN tetapi pada KEMAUAN.
Hanya dengan KEMAUAN yang kuat,
Kita akan MAMPU untuk melakukan PERBAIKAN.