Rabu, 22 Mei 2013

Harta Yang Ada Pada Diri Kita Bukanlah Punya Kita


Ketahuilah bahwasanya segala yang ada pada kita ini tidaklah ada yang kita punya. Kita datang ke dunia ini tidaklah membawa apa apa. Barang barang dan harta benda yang kita dapati di sini tidak sebuah jua pun yang kita punya. Dia hanya diberikan kesempatan kepada kita buat memakainya.
Setelah kita mati tidak sebuah pun harta itu yang kita bawa ke kubur, selain dari pada tiga lapis kain kafan. Bagaimanapun banyaknya harta benda yang ada dalam rumah kita, kalau kita fikirkan dengan seksama, hanyalah pinjaman belaka dari Allah kepada kita.
Kalau hal ini kita ingat baik, kita akan segera menafkahkannya, kita tidak akan bakhil. Fikirkanlah dengan seksama, kita misalkan orang yang memiliki berkodi kodi pakaian, berpuluh puluh helai kain sarung dan beratus kain yang lain, fikirkanlah berapa hanya yang dipakai setiap hari? Hanya sekedar menutup aurat di hari itu. Demikian juga harta benda yang lain. Kalau hal itu kita fikirkan, guna apa kita bakhil?.
Begitulah, bila keimanan yang tebal kepada Allah dan RasulNya, harus terbukti dengan kesudian menafkahkan harta benda yang ada pada kita. Karena orang yangberiman kepada Allah selalu yakin bahwa Allah tidak akan membuat dirinya terlantar dalam hidup. Harta yang ada pada diri kita adalah pemberian dari Allah. Kita percaya akan pemberian itu. Maka kalau sekali kita telah percaya bahwa harta itu datang dari Allah, mengapa kita tidak percaya bahwa yang kita berikan di jalan Allah itu akan digantiNya? - HAMKA -

Hindari Menjadi Manusia Egois

Pada umumnya manusia hidup hanya pada batas batas tuntutan mereka yang tertentu. Apabila mereka mempunyai suatu kebutuhan, maka akan menjadi kuatlah perasaan mereka dengannya. Mereka senantiasa berusaha berdasarkan apa yang mereka miliki atau yang mereka anggap hak mereka, mereka bersemangat hingga mereka dapatkan haknya , bahkan lebih dari itu.
Adapun bila mereka mempunyai suatu kewajiban yang harus mereka penuhi, maka mereka melupakannya, jarang sekali mereka mengingatnya melainkan bila mereka dituntut atau dipaksa. Dan jika mereka memenuhi tuntutan tersebut, maka itu merupakan pelaksanaan yang penuh dengan kekurangan.
Sesungguhnya bentuk akhlak egois yang buruk ini sangat mengganggu kepada masyarakat Islam. Karena pribadi yang tidak tergerak kecuali oleh kepentingan dirinya sendiri, dan tidak menaruh perhatian sama sekali terhadap kemaslahatan umat, adalah pribadi yang merugikan masyarakat, bangsa dan Negara.
Berapa banyak Negara dirugikan oleh tingkah laku para pegawai negeri yang hanya menghabiskan waktu membicarakan soal gaji dan kenaikan gaji, tanpa menaruh perhatian sepenuhnya kepada pekerjaan dan kewajibannya. Ia tidak mengetahui kecuali apa yang dianggap haknya, sedangkan yang berkaitan dengan tanggungjawabnya sebagai pegawai, ia tidak mengetahui sama sekali.
- Syeikh Muhammad Al Ghazali -

Selasa, 14 Mei 2013

Pengelola/Nazir Mesjid, Guru Mengaji, dan Bilal Jenazah Kurang Mendapat Perhatian

Perhatian Pemko Medan terhadap pengelola/nazir masjid, guru mengaji di masjid serta bilal jenazah masih sangat minim. Tidak sebanding dengan tanggungjawab pekerjaan, terkesan perhatian dan bentuk bantuan yang diberikan separuh hati.

Sudah sepantasnya, bersamaan dengan semakin meningkatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan, maka meningkat pula bantuan bulanan terhadap pengelola/nazir mesjid, guru mengaji di masjid serta bilal jenazah. Maka, sudah saatnya APBD Medan mensejahterakan nazir, guru mengaji di masjid dan bilal mayat. Karena keberadaan mereka sangat nyata manfaatnya oleh warga secara luas.

Sabtu, 11 Mei 2013

Belawan dan Marelan Termiskin

MEDAN-Dua kecamatan di Medan Utara, yakni Belawan dan Marelan menjadi daerah termiskin di Medan. Pasalnya, kedua kecamatan ini menjadi penerima beras miskin (Raskin) terbanyak pada tahun 2013 ini.
“Sama seperti tahun lalu, Belawan dan Marelan masih menjadi kecamatan paling banyak menerima beras miskin pada tahun ini. Sedangkan untuk kecamatan penerima te-rendah adalah Medan Baru,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Pemko Medan Ir Dahnar Siregar didampingi Kasubbag Usaha Daerah, Sintong kepada Sumut Pos, Jumat (8/3).
Di kecamatan Belawan, lanjutnya, ada sekitar 8.222 Rumah Tangga Miskin (RTM). Alokasi raskin untuk kecamatan ini mencapai 123, 33 ton. Sedangkan di Kecamatan Medan Marelan terdapat 6.947 RTM dengan alokasi raskin sebanyak 104, 20 ton. Untuk Medan Baru sebagai penerima terendah hanya mendapat jatah 7, 48 ton, dengan 499 RTM.
Menurut Dahnar, jumlah penerima raskin Kota Medan pada tahun ini sebenarnya mengalami pengurangan dari tahun 2012 lalu. Pada tahun 2012 lalu, penerima raskin di Kota Medan sebanyak 77.654 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pada tahun ini, penerima raskin di Medan menurun menjadi 73.110 RTS. Jumlah penerima raskin ini pun menurun sekitar 4.544 RTS pada tahun ini. “Pengurangan hampir merata di setiap kecamatan. Tapi ada juga yang bertambah di kecamatan tertentu. Jadi, ada yang berkurang, ada yang bertambah,” jelasnya.
Dahnar menambahkan, beras raskin di Kota Medan memang mulai disalurkan pada Februari 2013 lalu. Hal ini dilakukan karena penyaluran dari pusat juga mengalami kendala. Karena itu, pada penyaluran di Februari kemarin diserentakkanpada Januari. Sedangkan untuk Bulan Maret, pendistirbusian dari Sub Bulog sedang berlangsung.”Penyaluran raskin di Kota Medan pada tahun 2013 ini kita mulai Februari karena dari Jakarta juga mengalami kendala. Untuk penyaluran pada bulan ini, Maret sedang berlangsung. Semoga dengan keterangan ini, masyarakat tidak bertanya-tanya lagi. Pokoknya, untuk penyaluran pada April nanti sudah lancar seperti biasa,” tegasnya.
Untuk penyaluran sendiri tetap dilakukan di Kantor Lurah. Karena itu, beras raskin langsung diantar ke masing-masing kantor lurah. Untuk harga tetap Rp1.600 per kilogram. “Masyarakat diimbau untuk langsung mengambil di kantor lurah karena waktunya hanya seminggu setelah beras sampai. Lewat seminggu, beras raskin itu kita kembalikan ke Bulog, jadi begitu sampai di kantor lurah, warga diharapkan langsung mengambil,” pungkasnya. (mag-7)

Medan Belawan Daerah Tertinggal

Kecamatan Medan Belawan merupakan satu dari 21 Kecamatan di Kota Medan yang merupakan daerah tertinggal. Ini adalah suatu contoh betapa jeleknya perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan kota yang dilakukan pemerintah kota selama ini. Kecamatan ini merupakan contoh dimana telah terjadi the paradox of growth dalam pembangunan.

Kota Medan yang tingkat pertumbuhannya di atas tingkat pertumbuhan nasional tidak dapat dinikmati penduduknya secara merata. Di tengah tingkat pertumbuhan yang tinggi ada daerah yang tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraannya adalah rendah.

Ini bisa terjadi karena pembangunan berjalan secara tidak merata dan pembangunan yang tidak merata timbul dari jeleknya kualitas perencanaan yang disusun oleh pemerintah kota. Di samping itu pemerintah kota Medan menyerahkan pembangunan kota pada kekuatan pasar.

Kecamatan Medan Belawan mengalami ketidak merataan pembangunan. Ini terlihat dari jumlah keluarga miskin yang berjumlah besar di daerah ini serta indeks pembangunan manusia yang rendah. Juga dapat dilihat dari pembangunan pisik wilayah yang tidak terarah dan aktifitas perdagangan yang rendah.

Berpuluh tahun tidak ada perubahan pisik wilayah di daerah ini. Sementara pertumbuhan di pusat kota berjalan berlipat lipat, yang menjadi kebanggaan pemerintah kota Medan. Jalan penghubung dari Medan ke pelabuhan Belawan, sebagai jalur satu satunya penghasil devisa nasional di kota Medan (di luar jalan tol) dibiarkan apa adanya bahkan kondisinya semakin parah.

Tidak ada inisiatif untuk mendorong pihak pelaku ekonomi untuk menanamkan modalnya di sana, yang bisa membangkitkan ekonomi wilayah. Juga tidak ada insentif yang dapat diberikan. Ia lepas dari perhatian dan keperdulian pemerintah kota Medan. Pada kecamatan Medan Belawan kita menemukan pelabuhan Belawan.

Dahulu Belawan adalah sebuah kota yang memiliki administrasi kota tersendiri, terpisah dengan kota Medan. Belawan dikenal oleh luar negeri sebagai pelabuhan ekspor barang pertanian dan perkebunan dari daerah belakangnya. Ia merupakan pelabuhan samudra untuk ekspor dan impor antar negara.

Banyak devisa yang disumbangkan pelabuhan ini. Iapun sebagai pintu gerbang Indonesia wilayah barat. Sejak jaman penjajahan dulu bangsa luar negeri hanya mengenal nama Belawan, Medan dan Deli karena sangat mendukung perdagangan internasional saat itu. Sampai saat ini peran itupun masih berjalan.

Perjalanan sejarah membawa daerah ini mundur dari kemajuan yang pernah dicapainya dulu. Saat ini ia telah menjadi daerah terkebelakang. Penyatuannya dalam pemerintah kota Medan tidak membawanya pada kemajuan. Kota Belawan/Kecamatan Medan Belawan berubah menjadi unmanaged growth.

Kota yang pembangunannya tidak terencana dan tidak terkendali. Ia menjadi kota yang kumuh dan semrawut. Malam hari gelap dan menakut -kan. Tingkat kebodohan maupun kemiskinan masyarakatnya cukup tinggi. Demikian juga dengan tingkat kriminalitasnya. Dengan kata lain inilah daerah yang paling terkebelakang yang ada di kota Medan.

Dalam skala lebih luas ketertinggalan ini terjadi di 4 kecamatan di utara kota Medan. Empat kecamatan itu Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Tapi yang terparah adalah kecamatan Medan Belawan. Empat kecamatan ini tingkat pertumbuhannya lebih rendah dari tingkat pertumbuhan pada kecamatan lainnya di kota Medan.

Empat kecamatan (Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Belawan) inilah yang disebut sebagai daerah Medan Utara, tempat berkumpulnya keluarga miskin. Di daerah ini bukan saja masyarakatnya miskin tapi tingkat pembangunan infrastruktur juga rendah, yang seharusnya dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan manusianya.

Ia menjadi daerah terkebelakang jika dibandingkan dengan daerah kecamatan lainnya di kota Medan. Ia berwajah lain dengan kecamatan lainnya, khususnya yang berada di pusat kota, yang menjadi kebanggaan pemerintah kota Medan. Pembangunan pusat kota tidak berhasil
mendorong pertumbuhan daerah Medan Utara.

Teori trickle down effect seperti yang diharapkan pemerintah kota bagi mengembangkan wilayah belakang pusat kota, tidak berjalan. Mereka lupa teori ini hanya bisa berjalan jika infrastruktur telah terbangun dengan baik. Daerah ini hanya bisa dikembangkan melalui komitmen pemerintah kota Medan melalui kebijakan publik yang terekam dalam Perencanaan Pembangunan Kota Medan dan APBD nya.

Pemerintah kota pun harus berjuang mendapatkan biaya dari APBD Provinsi Sumatera Utara dan APBN pemerintah pusat bagi pembangunan daerah ini. Inilah yang namanya komitmen itu. Tapi jika komitmen tidak ada maka apapun tidak akan berjalan terkecuali mencari alasan untuk tidak dipersalahkan.

Pembangunan daerah Medan Utara harus melalui campur tangan pemerintah, tidak bisa diserahkan pada kekuatan pasar seperti yang dilakukan pada daerah pusat kota Medan. Hanya dengan cara ini pemerataan pembangu-nan, kebodohan dan kemiskinan dapat diselesaikan.

Daerah Medan Utara menduduki tempat strategis bagi perkembangan kota Medan dan provinsi Sumatera Utara maupun Nasional. Ia merupakan daerah penyangga yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kota Medan. Sementara pemerintah kota Surabaya telah membangun Jembatan Nasional Suramadu untuk mengakses wilayahnya ke daerah pulau Madura sementara itu pula pemerintah kota Medan sangat asyik membangun pusat kotanya, yang menciptakan kemacatan yang semakin parah.

Mereka tidak paham bahwa arus komuter setiap hari semakin derasmasuk dari daerah luar Medan, yang terus menciptakan kemacatan. Mereka tidak mengerti seolah olah rambu rambu lalu lintas bisa menyelesaikan masalah kemacatan. Mereka lupa kemacatan kota bersifat disincentive bagi masuknya investor.

Kota ini dalam setahun atau dua tahun mendatang akan mengalami kemacatan yang parah seperti yang dialami kota Bandung saat ini. Pemerintah  kota hanya mau belajar ke daerah yang maju, tidak mau belajar ke daerah yang memilik masalah yang sama. Berikutnya dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia juga menunjukan hal yang sama, sejalan dengan keterbelakangan yang terjadi.

Dikutip dari Buku IPM Tingkat Kecamatan Kota Medan Tahun 2007 (makalah Harmes Joni) : Terlihat 4 kecamatan di Medan Utara menduduki tempat terendah di bidang kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan. Dengan tingkat IPM yang rendah ini me-reka menjadi tak berdaya.

Selain tidak sehat mereka juga bodoh sehingga me-nggiring mereka ke tingkat kemiskinan yang semakin parah. Disinilah perlunya ada campur tangan pemerintah kota Medan agar mereka bisa terangkat dari kebodohan dan kesehatan menuju pada tingkat kehidupan yang wajar.

Jika diperhatikan pada IPM kabupaten di daerah Sumatera Utara seperti yang disiarkan pihak BPS Sumatera Utara maka keempat kecamatan ini juga termasuk tingkat terendah IPM nya. Padahal mereka berada di kota metropolitan, yang juga adalah ibu kota provinsi.

Akhirnya jika pembangunan kota Medan mau berjalan merata bagi kepentingan semua warga, pembangunannya jangan diserahkan pada kekuatan pasar. Kekuatan pasar tidak pernah memperhatikan pemerataan, kesejahteraan, kebodohan dan kemiskinan. Oleh sebab itu campur tangan pemerintah kota Medan adalah sangat penting.

Kebijakan menyerahkan pembangunan kota Medan pada kekuatan pasar yang berjalan selama ini harus di hentikan. Jalankan fungsi pemerintah seperti yang diamanatkan. Itulah gunanya masyarakat memiliki pemerintah.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=92129:medan-belawan-daerah-tertinggal&catid=25:artikel&Itemid=44

Jumat, 10 Mei 2013

Kekuatan Rayap

Kekuatan Rayap – Hikmah Ramadhan
Anda tahu rayap? Rayap adalah binatang kecil yang biasa memakan kayu. Rayap dikenal sebagai hama yang bisa merusak rumah kita, setidaknya bahan rumah kita yang terbuat dari kayu. Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa hancur oleh binatang kecil ini. Namun bukan hanya ini saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun.
Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem Air Conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 mm saja. Artinya rayap mampu membangun tempat tinggalnya sampai 3.000 kali tinggi badannya.
Sementara manusia, dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang canggih, sampai sekarang belum mampu membangun bangunan dengan ketinggian sampai 1.000 kali tinggi badannya. Sampai saat ini bangunan tertinggi yang sudah dibuat manusia baru sampai ketinggian sekitar 1.000 meter saja.
Bagaimana rayap bisa membangun tempat tinggalnya begitu tinggi? Ada dua hikmah yang bisa kita dapatkan dari rayap:
  1. Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.
  2. Mereka bekerja dengan mengikuti insting, yang merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada makhluq ini. Mereka tidak punya ilmu arsitektur. Mereka tidak memiliki ilmu dengan pengkondisian udara dan tata ruang. Mereka tidak pernah kuliah cara mengawetkan makanan. Mereka mampu, karena mereka hidup dalam fitrahnya.
Manusia yang seharusnya memiliki kemampuan yang jauh lebih dahsyat bisa kehilangan kemampuan itu karena disebabkan oleh dua hal.
Yang pertama, jika seseorang sudah tidak mau lagi bekerja sama sesama dengan saudaranya. Kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi untuk bekerja sama sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. “Saya bisa, saya hebat, dan saya mampu. Buat apa bekerja sama?” Orang yang berkata seperti ini adalah mereka yang kehilangan banyak potensi keberhasilan dalam hidupnya.
Hikmah kedua, banyak manusia yang sudah jauh dari fitrahnya. Mereka hidup dengan cara sendiri. Cara yang diproduksi oleh akalnya sendiri yang sungguh lemah dan banyak kekurangannya. Padahal kita sudah punya cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia karena cara hidup ini dibuat oleh Pencipta kita. Cara hidup itu adalah Al Quran dan Hadits Nabi saw.
Mudah-mudahan, melalui gemblengan bulan Ramadhan ini, kita semua kembali ke fitrah kita (idul fitri) serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian kita bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amin
http://www.motivasi-islami.com/kekuatan-rayap-hikmah-ramadhan/

Rabu, 08 Mei 2013

Tiga Langkah Menjadi Orang yang Bertakwa

Takwa (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Soraya Khoirunnisa

Inna lillahi wa innaa ilaihi rajiun. Pada Jumat tanggal 26 April 2013 Indonesia bahkan mungkin dunia dikejutkan dengan meninggalnya seorang ustaz yang sangat kharismatik, Ustaz Jefri Al-Buchori.

Bisa dipastikan begitu banyak orang yang merasa kehilangan sosok ulama “gaul” yang dekat dengan kalangan masyarakat manapun. Terlalu banyak kenangan manis nan indah tentang Ustaz Jefri  yang melekat dalam benak publik.

Tidak ada yag menyangka bahwa “Uje” yang kita cintai akan meninggalkan kita dengan begitu cepat. Kematian adalah rahasia Ilahi. Asro Kamal Rokan dalam artikelnya pernah menuliskan bahwa maut tidak datang mengetuk pintu. Ya, memang begitulah adanya. Maka alangkah meruginya kita jika tidak mengambil pelajaran berharga dari kematian.

Jelaslah bahwa kehidupan dunia ini tidaklah abadi. Kehidupan kita di dunia ini hanyalah sebuah mimpi. Lalu dimanakah kehidupan kita yang sesungguhnya? Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata “Annaasu niyaamun wa idzaa maatuu intabahuu”. Manusia ini semuanya tidur, dan ketika mati (maka) terbangunlah (manusia) dari tidurnya. Itulah kehidupan yang sebenarnya. Yaitu ketika kita menutupkan mata meninggalkan dunia ini, maka terbukalah gerbang kehidupan yang sebenarnya.

Selama ini kita hanya memperjuangkan kenikmatan fana yang hanya ada di alam mimpi. Namun jarang sekali kita memikirkan bekal yang akan kita bawa untuk kehidupan hakiki. Kehidupan setelah mati.
               
Tidak ada satupun kebanggaan dunia yang akan kita bawa nanti. Bukan harta, tahta bukan pula sanjungan dan pujian orang. Hanyalah takwa sebaik-baik bekal menghadap Allah tuhan semesta alam. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqoroh : 197 “Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” Maka setiap manusia haruslah menyadari bahwa taqwa adalah kebutuhan wajib yang harus diraih. Bukan hanya bekal akhirat. Namun juga bekal dunia akhirat.
               
Takwa di dalam kamus Ilmu Alquran dapat diartikan dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Tingkah laku orang yang bertaqwa selalu mencerminkan perilaku mulia dan selalu berusaha menghindari hal-hal yang menjadikan Allah murka.
Allah memberikan beberapa rambu-rambu untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Pertama, bertanya kepada Orang yang mengetahui. Atau dalam hal ini adalah bertanya kepada alim ulama tentang bagaimana menjadi orang yang bertakwa (QS. An-Nahl : 43).

Kedua adalah selalu bersama-sama para shidiiqiin (orang yang benar) (QS. At-Taubah). Dalam bahasa Jawa yang terkenal “wong kang shaleh kumpulono”. Lalu siapakah orang-orang yang benar? Al-Qur’an menjelaskan pada QS.  Bahwasanya Shiddiiquun adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.

Ketiga adalah selalu berkata dengan perkataan yang benar (QS. Al-Ahzab : 70). Allah menjelaskan dalam QS. Fusshilat : 30 bahwa sebenar-benar perkataan adalah orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.”

Demikianlah, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang mengejutkan kita hari ini. Dan beliau guru kita, Ustaz Jefri Al-Buchori mendapatkan sebaik-baik tempat di sisi Allah. Amin.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/04/30/mm1gqb-tiga-langkah-menjadi-orang-yang-bertakwa

9 Manusia yang Mendapat Pertolongan Allah SWT


Takwa (ilustrasi). 
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh KH Muhammad Dawam Saleh

“Katakanlah siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang dikeluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan kebaikan-kebaikan rezeki, katakanlah bahwa itu adalah milik orang-orang yang beriman di dunia dan khusus bagi mereka di hari kiamat. Demikianlah kami perinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui” (QS al-A’raf: 32).

Sebagian orang yang disebut sufi biasanya menghindar dari kemewahan dunia, bahkan ada yang berlebih-lebihan. Mereka dari orang-orang Yahudi, Nasrani, Hindu, dan juga Islam. Orang-orang Islam, terutama yang terpengaruh oleh buku-buku tasawuf seperti kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali dalam bab Dzammuddunya, bisa bersikap lebih ekstrem zuhud dalam menghadapi kehidupan dunia.

Padahal dalam Alquran disebutkan bahwa kita bisa memperoleh kebaikan, kekuasaan, harta melimpah, kejayaan, kekayaan di dunia sebagaimana sebagian para nabi yang juga mendapatkan itu semua

Siapa orang-orang yang memperoleh kebaikan, kemenangan, kejayaan dan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan dunia? Pertama, orang-orang yang beriman dan bertakwa akan mendapat perhiasan Allah, kebaikan-kebaikan rezeki, berkah dari langit dan bumi (QS Al-A’raf: 32 dan 96). Dan yang bertakwa kepada Allah akan diberi jalan keluar dari kesempitan (QS At-Thalaq: 2), dimudahkan urusannya (QS At-Thalaq: 4), dan dilipatkan pahala baginya (QS At-Thalaq: 5).

Kedua, orang-orang yang berdoa mohon kebaikan di dunia dan akhirat, akan mendapat bahagia dari apa yang mereka usahakan (QS Al-Baqarah: 202).

Ketiga, orang yang beramal shaleh dan beriman akan dijadikan kehidupan dunianya baik (QS An-Nahl: 97).

Keempat, orang yang merawat anak-anak yatim dan mempergauli mereka dengan sebaik-baiknya (QS Al-Baqarah: 220).

Kelima, para nabi dan rasul yang menjadi orang pilihan dan terkemuka di dunia (QS Al-Baqarah: 130, Ali Imron: 45, Al-Ankabut: 27).

Keenam, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang mengeluarkan zakat dan beriman kepada ayat-ayat Allah SWT, akan mendapatkan rahmat di dunia dan di akhirat (QS Al-A’raf: 156, An-Nahl: 30).

Ketujuh, Nabi Ibrahim yang dipilih menjadi imam yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT lagi lurus dan hanif, selalu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah, ia pun dipilih oleh Allah SWT dan diberi petunjuk ke jalan yang lurus dan diberi kebaikan di dunia (QS An-Nahl: 120-122).

Kedelapan, orang-orang yang hijrah di jalan Allah SWT setelah dianiaya di negeri mereka (QS An-Nahl: 41). Kesembilan, pahala di dunia dan di akhirat diberikan kepada Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub dan keturunan nabi-nabi (QS Al-Ankabut: 27).

Sembilan kelompok orang yang mendapatkan berkah, kebaikan, rahmat, rezeki, kemuliaan, dan kejayaan di dunia itu menunjukkan bahwa tidak seluruh apa yang ada di dunia ini adalah najis, haram, dan menghancurkan atau merupakan adzab bagi kita. Tetapi Alqur’an berulangkali mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh gebyar dunia (QS Luqman: 33, Al-Jatsiyah: 35, Al-Hadid: 20, Fathir : 5, Al-An’am: 70 dan 130, Al-A’raf: 51).

Di samping itu, Alqur’an juga menganjurkan kita untuk bekerja guna mencari rezeki halal. Seperti dalam beberapa hadis Rasulullah SAW, “Carilah rezeki meskipun di tempat-tempat terpencil di bumi ini” (HR Bukhari dan Muslim). Sabda beliau yang lain, “Allah mencintai orang mukmin yang bekerja” (HR Thabrani dan Baihaqi). Ada pula sabda lain, “Allah mencintai orang kaya yang bertakwa” (HR Thabrani dan Baihaqi). 

Pengasuh PP Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan